Total Tayangan Laman

Jumat, 09 Maret 2012

MATERI KULIAH " BAHAN RUJUKAN"


Bahan Rujukan Untuk Kepustakaan

A.     KATALOG
Katalog dalam penertian kita adalah daftar yang berisi informasi tentang bahan pustaka atau dokumen yang terdapat pada perpustakaan.
Dalam pembahasan ini, katalog hana akan dibatasi berupa daftar, baik berbentuk kartu, lembaran, buku atau bentuk lain yang memuat informasi mengenai bahan pustaka atau kepustakaan yang terdapat pada suatu tempat, yakni perpustakaan atau unit informasi. Dua hal penting yang perlu dipahami dari isi katalog adalah (1) merupakan daftar buku pada dokumen, (2) buku atau dokumen yang didaftar  harus terdapat pada suatu tempat.
Beberapa contoh katalog yang banyak ditemui di perpustakaan adalah sebagai berikut :
1.      Katalog Nasional
Katalog nasional adalah katalog yang memuat informasi mengenai dokumen yang diterbitkan oleh suatu negara dan disimpan pada suatu lokasi atau pada perpustakaan tertentu.
Contoh katalog nasional :
Santoso, Wartini. KATALOG MAJALAH TERBITAN INDONESIA TAHUN 1942 – 1980 KOLEKSI PERPUSTAKAAN NASIONAL.
2.      Katalog Induk
Katalog induk mendaftar buku-buku dari beberapa perpustakaan yang bergabung untuk melakukan kerja sama atau jaringan kerja sama.
Contoh katalog induk:
KATALOG INDUK DAERAH 1991/1992.
3.      Katalog Induk Majalah
Serupa dengan katalog induk buku, katalog induk majalah merupakan katalog majalah gabungan beberapa perpustakaan.
4.      Katalog Penerbit / Toko Buku
Katalog penerbit/ toko buku adalah daftar buku yang diterbitkan atau dijual oleh suatu penerbit/ toko buku. Fungsi katalog ini adalah sebagai sarana promosi bagi penerbit/ toko buku.
DAFTAR BUKU
5.      Katalog Tambahan Buku dan Majalah
Daftar tambahan buku dan majalah adalah suatu terbitan yang dikeluarkan oleh perpustakaan untuk memberitahu kepada pengguna perpustakaan, mengenai buku-buku dan majalah yang baru diterima dan siap untuk digunakan oleh yang memerlukannya.

Katalog mereka yang biasa berbentuk kartu dan saat ini sebagian dari katalog mereka sudah berbentuk katalog komputer atau yang dikenal dengan OPAC (Online Public Access Catalogue).
Manfaat katalog, antara lain berikut ini:
1.        Sebagai sarana untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada pada satu atau beberapa perpustakaan:
a.        Yang ditulis oleh pengarang tertentu.
b.       Dengan judul tertentu.
c.        Mengenai subjek tertentu.
2.        Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di suatu perpustakaan lain.
3.        Untuk mengetahui buku-buku apa yang sedang ada di pasaran agar dibeli.
4.        Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada dan diterbitkan di dalam suatu negara.
5.        Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk perpustakaan.
6.        Sebagai sarana promosi buku bagi toko buku/ penerbit.

B.      BIBLIOGRAFI
Bibliografi adalah buku yang memuat daftar terbitan baik dalam bentuk buku maupun artikel majalah, atau sumber kepustakaan lain yang berhubungan dengan suatu subjek atau hasil karya seseorang. Data yang dapat diperoleh dari suatu bibliografi, antara lain nama pengarang, judul, tempat terbit, penerbit, tahun terbit dan edisi, serta keterangan tentang wujud dokumen, misalnya jumlah halaman, tinggi buku, ilustrasi.
Ada kesepakatan di antara para pustakawan atau ahli informasi untuk membedakan antara bibliografi dengan katalog. Perbedaannya adalah kalau katalog merupakan daftar dokumen yang terdapat pada suatu tempat atau perpustakaan, bibliografi adalah daftar dokumen yang pernah diterbitkan. Dokumen yang didaftar dalam bibliografi tidak perlu dijelaskan keberadaannya; yang penting dokumen itu ada karena pernah terbit.
Ciri yang membedakan antara katalog dengan bibliografi adalah sebagai berikut:
1.        Katalog biasanya memberi tanda/ kode lokasi penempatan suatu dokumen di rak, yang disebut “nomor penempatan” atau “nomor panggil”.
2.        Katalog biasa pula dilengkapi dengan kode perpustakaan.
3.        Aran pada bibliografi tidak mencantumkan kode-kode di atas.

1.        Bibliografi Umum
Bibliografi umum memuat informasi bahan pustaka atau dokumen mengenai masalah atau subjek umum; jadi tidak ada pembatasan pada subjek tertentu.
2.        Bibliografi Khusus atau Bibliografi
Bibliografi subjek membuat informasi bibliografi dokumen mengenai masalah atau subjek tertentu (khusus). Jadi ada pembatasan subjek.
3.        Bibliografi Beranotasi
Bibliografi beranotasi adalah bibliografi yang memuat selain keterangan dasar mengenai dokumen, seperti judul, pengarang, informsi fisik dokumen, disertai dengan sedikit keterangan mengenai isi dokumen yang didaftar, seperti sasaran pembaca dokumen, kedalaman pembahasan, ringkasan isi. Jadi, pada setiap judul dokumen yang didaftar diberi notasi atau keterangan oleh penyusunnya.
Contoh bibliografi beranotasi:
KEMATIAN BAYI DAN ANAK DI INDONESIA; BIBLIOGRAFI BERANOTASI.
4.        Bibliografi Nasional
Bibliografi Nasional memuat daftar dokumen yang diterbitkan pada suatu Negara tertentu.
Contoh:
Bibliografi Nasional Indonesia: Indonesia National Bibliography.
5.        Bibliografi Universal
Bibliografi universal memuat daftar dokumen yang pernah terbit tanpa membatasi Negara penerbitnya.
Contoh:
The Cumulative Book Index: A World of Books in The English

Bibliografi regional adalah bibliografi yang mendaftar terbitan sekelompok Negara yang berada pada suatu kawasan tertentu.
6.        Bibliografi Retrospektif
Bibliografi retrospektif adalah daftar yang memuat informasi kepustakaan dari dokumen yang terbit tanpa pembatasan waktu.

Kegunaan bibliografi sebagai bahan rujukan terutama untuk:
1.        Memberi petunjuk lengkap kepada pengguna atau pencari informasi di perpustakaan tentang terbitan, baik mengenai hasil karya seseorang/ sekelompok orang atau mengenai suatu subjek tertentu.
2.        Merupakan perlengkapan dalam melakukan pemilihan bahan pustaka untuk dibeli dan disimpan di perpustakaan.
3.        Merupakan suatu petunjuk tentang masalah apa saja yang pernah ditulis orang atau merupakan petunjuk perkembangan penulisan suatu masalah atau subjek.

C.     INDEKS
Sebagian besar informasi mutakhir mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi dapat ditemukan dalam tulisan pada majalah atau laporan penelitian. Keberadaan publikasi itu bisa ditelusuri melalui suatu terbitan yang disebut dengan indeks. Jadi, bahan pustaka berupa indeks mendaftar artikel majalah, laporan penelitian, buku-buku, agar dapat ditemukan kembali apabila publikasi itu diperlukan untuk dibaca.
Bentuk bahan pustaka yang didaftar dalam indeks bukan saja artikel majalah, buku, laporan penelitian; tetapi adakalanya dimuat pula informasi yang berbentuk pamphlet, brosur atau bentuk terbitan lainnya.
Contoh:
INDEKS MAJALAH ILMIAH INDONESIA.
INDEKS BIOLOGI DAN PERTANIAN.

D.     ABSTRAK
Abstrak dalam banyak hal hampir sama dengan indeks. Abstrak selain mencantumkan data bibliografi seperti pada indeks, juga mencantumkan “ringkasan” atau “intisari” informasi yang diuraikan dalam publikasi  yang didaftar. Ringkasan ini rata-rata berkisar antara 150 samai 200 kata.
Orang-orang tertentu yang ditugaskan khusus membuat abstrak dari tulisan yang akan dimuat dalam majalah abstrak disebut abstraktor.

E.      PAKET INFORMASI, INFORMASI KILAT ATAU PAKET DAFTAR ISI MAJALAH
Paket daftar isi majalah (paket informasi kilat) adalah suatu jenis bahan rujukn yang merupakan kumpulan daftar isi majalah yang dijilid khusus menjadi sebuah buku tersendiri.
BAHAN RUJUKAN LAIN

A.     BUKU PETUNJUK/ BUKU PEGANGAN, SUMBER BIOGRAFI, SUMBER GEOGRAFI DAN DIREKTORI
1.        Buku Pedoman atau Buku Pegangan
Buku pedoman (manual) dan buku pegangan (handbook) termasuk bahan rujukan yang banyak dicari oleh pengguna perpustakaan.
Menurut William A. Katz, perbedaan antara buku pedoman dan buku pegangan adalah buku pedoman berupa buku petunjuk bagaimana melakukan atau melaksanakan suatu proses atau kegiatan, sedangkan buku pegangan adalah buku yang berisi berbagai macam informasi atau aspek mengenai sesuatu masalah/ subjek.
2.        Bahan Pustaka Sumber Biografi
Otobiografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis langsung oleh orang atau tokoh tersebut.
3.        Bahan Pustaka Sumber Geografi
Sumber geografi atau sumber ilmu bumi secara umum dapat dibagi atas tiga jenis yaitu peta atau atlas, gazetir, dan buku petunjuk perjalanan. Peta dan atlas dari suatu Negara atau daerah dapat memperlihatkan lingkup geografis, ekonomi, politik dan aspek-aspek teknis sosial lainnya. Gazetir adalah daftar nama-nama ilmu bumi, seperti nama-nama tempat, sungai, gunung dan nama-nama geografi lainnya yang terdapat dalam suatu Negara (bersifat nasional) atau juga mencakup Negara lainnya (bersifat internasional).
4.        Direktori atau Buku Petunjuk
Buku rujukan jenis ini berisi informasi mengenai nama lengkap, alamat, nomor telepon, kegiatan/ profesi seseorang atau lembaga/ badan.




B.      STATISTIK, BUKU TAHUNAN, DAN TERBITAN PEMERINTAH
1.        Statistik
Buku statistik adalah buku rujukan yang berisi informasi statistik atau data berupa angka-angka mengenai suatu masalah.
2.        Buku Tahunan
Buku tahunan merupakan buku rujukan yang memuat informasi mengenai catatan kejadian atau perkembangan suatu masalah atau subjek dalam satu tahun terakhir. Buku tahunan 1992 memuat informasi tahun 1991. Digunakan untuk memperoleh keterangan mengenai kejadian-kejadian dan perkembangan dalam suatu bidang tertentu atau kegiatan dan hasil yang dicapai oleh suatu organisasi tertentu selama satu tahun.
Berbagai nama istilah lain yang sering digunakan untuk menunjuk bahwa suatu buku berisi informasi seperti disebutkan di atas, antara lain annual, yearbook, almanac, calendar.
Contoh:
Buku Tahunan Departemen Penerangan Republik Indonesia
3.        Terbitan Pemerintah
Buku rujukan terbitan pemerintah adalah publikasi atau bahan pustaka yang diterbitkan, melalui lembaga resmi oleh pemerintah, yang berisi informasi mengenai pemerintahan, peraturan-peraturan atau perundang-undangan, pengumuman resmi pemerintah.
4.        Terbitan Internasional
Terbitan badan internasional adalah dokumen yang diterbitkan oleh badan internasional, seperti PBB dan bagian-bagiannya, Bank Dunia, Kedutaan-kedutaan Negara sahabat atau lembaga swadaya masyarakat yang bergerak pada manca Negara seperti Yayasan Asia, Yayasan Ford.

C.     BAHAN PUSTAK LAIN YANG DAPAT PULA DIJADIKAN BAHAN RUJUKAN
Jenis pustaka lain yang sesungguhnya bukan merupakan bahan rujukan namun dapat juga dijadikan rujukan adalah Standard dan Paten, Makalah pertemuan, Laporan penelitian, Tesis dan disertasi, Terbitan niaga, Majalah dan surat kabar, Bahan pustaka bentuk mikro dan multimedia.
1.        Standard dan Paten
Paten atau standar merupakan bahan pustaka bagian dari koleksi yang sangat penting di perpustakaan. Buku rujukan paten berisi informasi primer mengenai siapa yang telah menemukan sesuatu, baik itu berupa alat, bahan atau metode/ teknologi; bagaimana bentuk dan susunannya; cara pembuatannya; bahan dasarnya; manfaat dan informasi dasar penting lainnya.
2.        Makalah Pertemuan
Makalah pertemuan merupakan salah satu bentuk bahan pustaka yang dapat dijadikan rujukan oleh pustakawan dalam usaha mencari informasi atau dalam menjawab pertanyaan pengguna perpustakaan.
3.        Laporan Penelitian
Istilah laporan dalam penggunaan sehari-hari sudah cukup dimengerti. Ini menunjukkan keterangan atau pendapat yang dihasilkan setelah dilakukan suatu penelitian atau pekerjaan.
4.        Tesis dan Disertasi
Tesis atau disertasi adalah karya tulis yang dihasilkan seseorang tatkala akan menyelesaikan suatu jenjang pendidikan tinggi.
5.        Terbitan Niaga
Banyak pula pertanyaan di perpustakaan yang hanya bisa dijawab dengan menggunakan bahan pustaka yang dikenal dengan nama terbitan niaga.
6.        Majalah dan Surat Kabar
Majalah atau surat kabar adalah suatu jenis terbitan yang direncanakan untuk terbit secara berkala dengan suatu nama yang sama atau seragam.
7.        Bahan Pustaka Bentuk Mikro dan Pandang-Dengar
Mikrofis adalah suatu lembaran-lembaran berukuran standar kurang lebih sebesar kartu pos dan berisi tulisan hingga puluhan halaman buku.
KAMUS

Kamus menurut The Shorter Oxford English Dictionary adalah sebagai berikut:
1.       Suatu buku yang memuat kosakata suatu bahasa, sedemikian rupa sehingga memberikan keterangan tentang ejaan, penyebutan, arti, penggunaan, sinonim, turunan, dan sejarah kata; atau paling tidak sebagian dari keterangan itu.
2.       Suatu bentuk pengembangan dari kamus adalah bahan pustaka yang berisi informasi mengenai suatu subjek atau cabang ilmu pengetauan tertentu, di mana istilah-istilah yang dijelaskan disusun menurut abjad; contohnya kamus kedokteran, kamus statistik, kamus perikanan.

Suatu buku yang terutama (kalau tidak semuanya) menyangkut kata-kata.
Salah satu jenis bahan rujukan lain yang sering disebut kamus, padahal sesungguhnya bukan adalah ensiklopedi.

A.     CAKUPAN KAMUS
Kamus berisi informasi menyangkut kata dan frasa.

B.      SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KAMUS
Pada zaman Anglo-Saxon, kira-kira pada abad ke sembilan. Kegiatan itu merupakan hasil sampingan para petugas pembaca karya-karya berbahasa Latin.
Kamus berbahasa Inggris pertama adalah A Table Alphabetical yang diterbitkan oleh Robert Cawdrey pada tahun 1604.
Baru pada tahun 1721 sebuah kamus diterbitkan yang mencakup kata-kata umu, yaitu Universal etymological dictionary karya Nathaniel Bailey.
Pada tahun 1755 Dr. Samuel Johnson menerbitkan Dictionary of the English Language.
Dr. Johnson berpendapat bahwa kamus harus mendefinisikan kata-kata berdasarkan manfaatnya. Sejak Dr. Johnson menyatakan pendapatnya itu, banyak kamus yang kini disusun menganut sistem yang disebut sebagai fungsi preskiptif. Preskiptif kamus adalah fungsi menetapkan arti standar dan penggunaan suatu kata sehingga orang kemudian menggunakan kata tersebut sesuai dengan apa yang didefinisikan dalam kamus.
Dua kamus besar yang terkenal berada di antara paham deskriptif dan paham perskriptif, adalah kamus besar abad ke-19 karya Noah Webster yaitu the American Dictionary of the English Language, pertam diterbitkan tahun 1828; serta the New English Dictionary on Historical Principles, pertama diterbitkan dalam bentuk bagian per bagian antara tahun 1884 hingga 1928 (yang kini dikenal sebagai the Oxford English Dictionary).

C.     PENGGUNAAN KAMUS
a.        Sebagai Alat Rujukan Langsung (Cepat)
Suatu kamus setidaknya akan memberi penjelasan mengenai pengucapan, pengejaan, dan arti suatu kata.
b.        Sebagai Standar Pembakuan Bahasa
c.        Sebagai Sarana Bantu untuk Pengkajian Bahasa

D.     JENIS KAMUS
Menurut isinya, kamus dapat dibagi dalam tiga kelompok besar, yaitu (1) kamus umum, (2) kamus khusus dan (3) kamus subjek. Kamus umum berisi kosakata suatu bahasa yang bersifat umum dengan segala keterangannya. Contoh:
Poerwadarminta, W.J.S. KAMUS UMUM BAHASA INDONESIA. Jakarta: Balai Pustaka.
Kamus khusus adalah kamus yang menjelaskan salah satu aspek dari kosakata yang didaftar. Kamus seperti ini, misalnya kamus sinonim, kamus antonim, dan kamus dialek, berisi kata yang umum juga seperti halnya pada kamus umum.
Kamus subjek pada dasarnya kamus khusus juga, tetapi berisi kumpulan kata yang berhubungan dengan subjek tertentu saja. Misalnya, kamus matematika, kamus ilmu perpustakaan, kamus fisika, kamus sosiologi.

E.      SARANA BANTU MENGGUNAKAN KAMUS
Rata-rata kamus yang baik mempunyai bagian-bagian, seperti Kata pengantar, petunjuk singkatan yang digunakan, petunjuk pengucapan, batang tubuh kamus, dan bagian tambahan.
Contoh halaman petunjuk penggunaan kamus:
Petunjuk pemakaian kamus
a.        Susunan Menurut Abjad
Kata-kata dalam kamus ini disusun menurut abjad. Kata-kata utama disusun huruf demi huruf.
b.        Kata-Kata Utama
Kata-kata atau ungkapan yang dicetak tebal disebut kata-kata utama. Kata-kata tersebut disusun menurut abja dan ditempatkan di tepi kiri halaman diikuti dengan lambang fonetik dan jenis kata.
c.        Bagian Kata Utama
Bagian kata utama adalah kata-kata yang berasal dari kata utama yang muncul setelah kata utama. Kata-kata keterangan kata kerja yang erat hubungannya dengan kata utama dimasukkan ke dalam bagian kata utama.
d.       Kata Majemuk
Kata majemuk adalah kata-kata yang terdiri dari dua kata atau lebih.
e.        Awalan, Akhiran dan Unsur Kata
Awalan, akhiran, dan unsur kata yang lazim dipakai juga disajikan berikut arti dan contoh untuk memperkaya kosa kata.
f.         Kata-Kata Geografis
Nama-nama negara beserta ibu kota, samudera utama, dan pegunungan disajikan di dalam daftar utama.

g.        Ejaan
Kamus ini mencakup baik ejaan Inggris maupun ejaan Amerika di mana ejaan Inggris ditunjukkan dengan kata “British” di dalam kurung.
h.        Jenis kata dan singkatan
Satu kosakata atau lebih (frasa) yang biasa dicetak tebal dan letaknya lebih mencolok ke kiri dibanding bari kata di bawahnya disebut tajuk (headword). Tajuk beserta semua keterangan yang mengikutinya sebelum sampai tajuk lainnya disebut aran (entry). Aran dan entry dan pengertiannya akan kita gunakan terus secara bergantian dengan makna yang sama. Di dalam satu aran sering masih terdapat kata atau kumpulan kata yang juga dicetak tebal; kata atau kumpulan kata itu akan kita sebut upatajuk (run-on-entry).

Kata latih disebut tajuk. Kata berlatih (diri), melatih, latihan disebut upatajuk.

F.      BENTUK PENYAJIAN LAIN KAMUS
Kamus juga disajikan dalam bentuk digital atau elektronik yang dapat kita simpan dalam harddisk komputer atau dalam bentuk CD-ROM atau didalam bentuk mesin portabel yang mirip dengan kalkulator ata bahkan yang disimpan di internet (virtual).
Kamus online ini banyak juga yang diakses secara gratis. Salah satunya adalah Answer.com (www.answer.com). Contoh berikut adalah halaman answer.com yang berisi entri information technology.


ENSIKLOPEDI

Ensiklopedi adalah bahan  rujukan yang berisi informasi atau uraian ringkas namun mendasar tentang berbagai hal atau ilmu pengetahuan, yang biasanya disusun menurut abjad atau secara sistematis subjek tertentu. Nama insiklopedi berasal dari kata Yunani yang berarti pendidikan dalam lingkungan seni budaya dan ilmu pengetahuan.

A.     ENSIKLOPEDI UMUM ATAU ENSIKLOPEDI NASIONAL
Ensiklopedi yang lain meskipun pada judulnya disebutkan kata nasional bahkan nama negara tertentu, informasi di dalamnya masih dihiasai dengan informasi dari manca negara yang kiranya menarik dan bermanfaat bagi penduduk negara bersangkutan.
ENSIKLOPEDI NASIONAL INDONESIA
ENSIKLOPEDI INDONESIA
Melihat isi informasinya maka ensiklopedi seperti ini biasa pula disebut ensiklopedi umum karena urianya tidak dibatasi mengenai bidang atau subjek tertentu saja.
Ensiklopedi untuk edisi ini terbagi atas tiga bagian yaitu yang disebut micropaedia, macropaedia, dan propaedia.
The micropaedia yaitu yaitu volume 1 – X  merupakan rujukan langsung, ada informasi ringkas mengenai aran yang didaftar disusun menurut abjad.
Macropaedia diberi nomor volume 1 – 9. Propaedia adalah daftar informasi yang dikelompokkan dan disusun menurut topik, dengan sistem klasifikasi subjek.

B.      ENSIKLOPEDI KHUSUS
Ensiklopedi khusus adalah suatu jenis ensiklopedi yang memuat informasi mengenai suatu bidang atau subjek tertentu atau menekankan pada suatu bidang/subjek khusus. Biasanya informasi dalam ensiklopedi seperti ini diuraikan secara sangat mendalam dan rinci.

C.     ENSIKLOPEDI INTERNASIONAL
Sesungguhnya hampir semua ensiklopedi nasional suatu negara memuat informasi yang berasal dari atau terdapat di mancanegara atau di kebanyakan negara di seluruh dunia, sehingga dengan demikian bisa disebut cakupannya internasional.

D.     SASARAN PEMBACA ENSIKLOPEDI
Salah satu perbedaan utama antara ensiklopedi umum dengan ensiklopedi subjek adalah sasaran pembacanya. Ensiklopedi umum menetapkan sasaran pembacanya adalah masyarakat umum dengan latar belakang pendidikan yang sangat beragam.
Pembaca ensiklopedi khusus atau ensiklopedi subjek biasanya dituntut untuk sedikit mengerti latar belakang subjek, agar dapat memahami dengan baik uraian di dalam ensiklopedi.


E.      TERMINOLOGI JUDUL ENSIKLOPEDI
Masalah kerancauan terminilogi atau istilah yang dipakai sebagai judul buku rujukan jenis ensiklopedi termasuk cukup membingungkan.
  
F.      MANFAAT INDEKS PADA ENSIKLOPEDI
Indeks dalam kaitan pengertian kali ini yang bisa juga disebut penjurus adalah suatu daftar istilah yang disusun barabjad dan pada bagian setelah istilah terdapat tanda nomor urut atau nomor halaman yang menunjukkan dimana uraian tentang istilah itu dalam sebuah buku.
Dua kata yang berfungsi sebagai judul  pada halaman-halaman ensiklopedi sering disebut judul ‘sirahan’. Yang dimaksut dengan judul sirahan adalah subjudul pada pojok atas suatu halaman sebuah buku, yang memberi petunjuk mengenai informasi apa saja yang akan dijelaskan pada halaman tersebut.

G.     ENSIKLOPEDI DIGITAL DAN / ATAU VIRTUAL
Di era ICT (Information Communicaton Technology) ini banyak sekali informasi yang disajikan dalam bentuk digital dan dapat diakses baik dalam bentuk CD/ DVD maupun melalui situs internet.
Bagi pengguna internet halaman ini dapat dicari melalui mesin pencari seperti Google (www.google.com). Sesudah Anda masuk ke google Anda dapat mencari melalui encyclopedia americana atau langsung ke grolier online.






BAHAN RUJUKAN YANG MEMUAT INFORMASI KEPUSTAKAAN

Katalog
Katalog adalah salah satu jenis sarana atau kelengkapan di suatu perpustakaan yang sengaja dibuat untuk membantu pengguna dalam menemukan kembali informasi bibliografi yang tersimpan di perpustakaan.
Katalog perpustakaan sesungguhnya adalah daftar dokumen yang dimiliki perpustakaan.
Tujuan perpustakaan adalah sebagai berikut:
1.       Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui berdasarkan:
a.        Pengarangnya
b.        Judulnya
c.        Subjeknya
2.       Menunjukkan buku yang dimiliki
a.        Oleh pengarang tertentu
b.        Berdasarkan subjek tertentu
c.        Dalam jenis bahan tertentu
3.       Membantu dalam pemilihan buku
a.        Berdasarkan edisinya
b.        Berdasarkan karakternya

Sarana bantu pelayanan rujukan yang paling penting dari semua jenis bahan rujukan di perpustakaan adalah katalog perpustakaan. Katalog perpustakaan umumnya berbentuk kartu dengan ukuran 7,5 cm x 12,5 cm. Merupakan kenyataan bahwa katalog kartu masih menjadi sarana penelusuran bibliografi yang paling utama di perpustakaan. Wujud dari dokumen yang diwakilinya.
Di dalam katalog terdapat informasi mengenai pengarang, judul dan penerbit serta fisik buku. Juga terdapat keterangan tentang apa isi dokumen itu atau mengenai subjek yang dibahas dalam dokumen. Selain itu, terdapat keterangan untuk memberi petunjuk lokasi atau tempat dokumen itu berada kalau ada pengguna perpustakaan yang ingin membacanya.
Ada perpustakaan yang menempatkan koleksinya di rak-rak di mana hanya pengguna perpustakaan tertentu saja yang boleh langsung memeriksa dan mengambil buku pada rak.
Perpustakaan lain menganut apa yang disebut sistem pelayanan terbuka. Dengan sistem pelayanan ini maka Anda boleh langsung memilih buku-buku yang diinginkan pada rak atau lemari.
Dengan menggunakan katalog perpustakaan, Anda dapat mencari buku-buku jika mengetahui salah dari unsur berikut: pengarangnya atau judulnya atau hanya subjeknya saja.

A.     MANFAAT KATALOG
Manfaat katalog yang dapat kita peroleh, antara lain berikut ini.
1.        Sebagai sarana untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di perpustakaan:
a)       Yang ditulis oleh pengarang tertentu,
b)       Dengan judul tertentu,
c)       Mengenai subjek tertentu,
2.        Untuk mengetahui buku-buku apa yang ada di perpustakaan lain (dari katalog perpustakaan lain).
3.        Untuk mengetahui buku-buku apa yang beredar di pasaran (dari katalog penerbit).
4.        Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada dan diterbitkan di suatu negara (dari katalog nasional).
5.        Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk perpustakaan.
6.        Sebagai sarana promosi buku bagi toko buku/ penerbit.

B.      BENTUK KATALOG
Katalog mempunyai bermacam-macam bentuk. Ada yang berbentuk kartu, lembaran kertas, berbentuk buku, mikrofis dan sekarang ini sudah ada yang berbentuk basis data di komputer yang dikenal dengan nama OPAC (Online Public Access Catalogue). Bahkan pada perkembangan terakhir katalog perpustakaan sudah bisa dicari melalui jaringan internet atau katalog berbasis web.

C.     KATALOG BERBENTUK KARTU
Katalog yang umum ditemui di perpustakaan, khususnya yang belum menggunakan komputer adalah katalog berbentuk kartu. Kelebihannya, antara lain lebih mudah dibuat, bahanny lebih mudah didapatkan, mudah menyelipkan katalog baru atau membuang katalog yang tidak terpakai (karena bukunya hilang).
Sumber utama dalam mencari informasi dengan melihat katalog pada suatu perpustakaan, kita akan mengetahui semua sumber informasi yang ada di perpustakaan itu.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa kartu katalog perpustakaan dapat membantu pengguna dalam mendapatkan informasi melalui tiga cara atau jenis kartu. Sering juga disebut melalui tiga jenis pendekatan. Cara pertama adalah pendekatan berdasarkan pengarang. Kartu ini disusun berdasarkan abjad pengarang. Cara kedua adalah dengan menggunakan katalog judul, akan menunjukkan buku-buku dengan judul apa saja yang dimiliki oleh perpustakaan. Cara ketiga adalah melalui katalog subjek, yaitu katalog yang memberitahukan buku-buku dengan subjek apa yang dimiliki oleh perpustakaan.
Ada kartu subjek yang disusun menurut abjad subjek itu. Misalnya buku mengenai kimia, tentunya akan Anda temukan di urutan abjad K. sistem katalog, seperti ini disebut sistem katalog berabjad. Ada pula kartu subjek yang disusun menurut kode-kode tertentu. Misalnya, Agama Islam dengan kode 297 maka apabila Anda perlu buku-buku mengenai Agama Islam, Anda dapat mencarinya di nomor urut kode 297. Sistem katalog ini disebut sistem katalog berklas.
Ada perpustakaan besar yang mempunyai beberapa perpustakaan cabang atau perpustakaan bagian. Kartu katalog sejumlah perpustakaan, seperti itu sebaiknya dapat pula menunjukkan letak buku walaupun buku itu berada di salah satu perpustakaan cabang atau perpustakaan bagian. Kartu katalog, seperti ini biasa disebut katalog induk.

D.     KATALOG BERBENTUK LEMBARAN
Katalog berbentuk lembaran adalah katalog yang dibuat dari lembaran-lembaran kerta tipis biasa. Lembaran-lembaran kertas tersebut kemudian dibundel diberi kode tertentu, misalnya katalog judul dari abjad A-B.

E.      KATALOG BRBENTUK BUKU
Uraian bibliografi buku milik perpustakaan diketik pada lembaran-lembaran kertas biasa berukuran kuarto atau folio.
Ada katalog berbentuk buku yang tebalnya mencapai 500 halaman.

F.      KATALOG BERBENTUK MIKROFIS
Katalog banyak pula dibuat dalam bentuk mikrofis. Khususnya di negara-negara maju. Mikrofis adalah suatu bahan semacam klise foto yang sudah biasa Anda lihat dan pegang. Untuk membaca tulisan pada mikrofis kita memerlukan alat baca bantu khusus yang disebut dengan alat baca bahan mikro (microfiche reader).
Bisa membaca sampai 400 judul buku pada selembar mikrofis yang hanya berukuran kurang lebih sebesar kartu pos katalog bentuk mikrofis mengikuti cara biasa, yaitu disusun menurut abjad pengarang, judul dan subjek.
Biasanya satu jajaran, diberi warna tertentu untuk membedakannya dengan jajaran yang lain. Misalnya, untuk jajaran judul berwarna merah. Untuk jajaran pengarang berwarna biru dan jajaran subjek berwarna hijau.
Di Indonesia karu, seperti ini tidak sempat populer. Mungkin karena pembuatannya tidak praktis dan cenderung mahal. Hanya perpustakaan besar, seperti Perpustakaan lembaga asing.

G.     KATALOG BENTUK ELEKTRONIK (OPAC / ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE)
Katalog bentuk elektronik ini semakin populer karena memiliki keistimewaan seperti:
1.        Satu kali data dimasukkan/ diketik ke komputer mak untuk data yang sama akan dihasilkan berbagai keluaran, antara lain:
a)       Dapat mencetak katalog bentuk kartu (saat ini mulai banyak perpustakaan yang tidak lagi mencetak katalog dalam bentuk kartu);
b)       Dapat mencetak daftar dalam bentuk buku (misalnya untuk keperluan daftar tambahan buku);
c)       Dapat mencetak buku induk jika diperlukan;
d)      Dapat mencetak daftar buku berdasarkan ciri tertentu,
2.        Pelacakan dapat dilakukan dari berbagai titik pendekatan (access point).
3.        Pelacakan dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan dengan car tradisional.
4.        Data meskipun sudah dimasukkan ke komputer, masih dapat secara leluasa dan mudah diubah-ubah (diperbaiki, ditambah atau dikurangi).
5.        Seluruh jumlah data yang disimpan akan memakan ruang sedikit dibandingkan dengan cara penyimpanan tradisional.
6.        Biay produksinya sangat murah.
7.        Ongkos penyebarannya sangat murah.
8.        Data yang ada dapat saling dipertukarkan.
9.        Dapat dihubungkan dengan data sirkulasi sehingga pemakai bisa mengetahui status buku tersebut apakah masih tersedia di rak atau sedang dipinjam oleh pemakai ke luar perpustakaan.
10.    Kalau sudah paham penggunaannya akan terasa menyenangkan mencari informasi menggunakn komputer.
H.     JENIS KATALOG
Jenis katalog tersebut adalah sebagai berikut:
1.        Katalog Koleksi Umum dan Khusus
Katalog koleksi umum adalah katalog yang memuat semua jenis koleksi yang ada di perpustakaan. Jadi, tidak ada pembatasan jenis bahan pustaka tertentu atau subjek tertentu. Kebanyakan katalog, seperti ini berisi mendaftar dokumen dalam bentuk khusus (misalnya khusus laporan penelitian, khusus majalah, khusus brosur).
2.        Daftar Tambahan Buku dan Majalah
Daftar tambahan buku dan majalah adalah suatu terbitan yang dikeluarkan oleh perpustakaan untuk memberitahu kepada pengguna perpustakaan itu, termasuk perpustakaan lain berisi daftar buku-buku dan majalah yang baru diterima dan siap digunakan.

I.        KATALOG INDUK
Katalog induk adalah katalog yang mendaftar bahan pustaka atau buku-buku yang dimiliki beberapa perpustakaan yang bergabung untuk melakukan kerjasama. Fungsi katalog ini adalah memberi petunjuk tentang koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan anggota kelompok kerja sama itu. misalnya, ada 10 perpustakaan bergabung dan membuat katalog induk.

J.       KATALOG NASIONAL
Katalog nasional adalah katalog yang memuat informasi mengenai dokumen yang diterbitkan oleh suatu negara dan disimpan pada suatu lokasi atau perpustakaan tertentu.

K.     KATALOG PENERBIT / TOKO BUKU
Katalog Penerbit / Toko Buku adalah daftar buku yang diterbitkan atau dijual oleh suatu penerbit/ toko buku. Katalog, seperti ini biasanya sengaja dikirim ke perpustakaan oleh penerbit/ toko buku sebagai penawaran.
Klik Add Book to Selection
BIBLIOGRAFI

Bibliografi dibuat untuk menunjukkan apa saja yang pernah diterbitkan oleh pengarang tertentu atau judul tertentu atau mengenai subjek tertentu. Peranan bibliografi

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar